• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

KUTUK DARI BENDA ANTIK



Rebecca Brown, MD


Saya (Rebbeca) selalu terpesona dengan berbagai macam benda seperti batu pualam seperti yang digambarkan di dalam Perjanjian Lama. Saat itu saya belum pernah memiliki kesempatan untuk melihat satu diantaranya. Kemudian, saat saya masih berada di sekolah medis pada tahun 1970-an, ada pameran King Tut yang berasal dari Mesir di Amerika. Banyak benda-benda kuno, dan cantik yang berasal dari kubur raja Tutankhamen di Mesir yang ditampilkan. Tanpa bertanya kepada Tuhan, saya memutuskan untuk melihat pameran tersebut karena saya benar-benar ingin melihat batu pualam dan benda-benda cantik lainnya yang berasal dari jaman dahulu. Saya tidak pernah berpikir akan ada konsekuensi malapetaka yang akan masuk ke dalam hidup saya sebagai hasil dari melihat pameran tersebut.



Secara keseluruhan pameran itu sangat indah dan mempesona. Saya benar-benar menikmatinya.  Di kemudian pada tahun itu, saya mendapat masalah kesehatan. Untuk masa tiga belas tahun ke depan, saya bergumul dengan berbagai macam penyakit yang datang silih berganti. Tidak lama setelah Tuhan menyembuhkan sakit yang satu maka sakit yang lain datang. Tidak peduli apakah saya telah bedoa dan berpuasa atau siapa pun yang mendoakan saya, kesehatan saya tidak sedikit pun berubah. Bahkan saya masih sakit dan lemah saat saya dan Daniel menikah.

Kira-kira enam bulan setelah kami menikah, suatu malam kami sedang berbaring sambil mendiskusikan Firman Tuhan (yang merupakan kebiasaan kami), saya bertanya kepada Daniel apakah dia pernah melihat batu pualam. Dan dia menjawab kalau dia belum pernah melihatnya. Saya memberitahu dia kalau saya pernah melihatnya di pameran raja Tut. Dan sekali lagi saya bertanya kepadanya kalau dia pernah melihat pameran tersebut. Sekali lagi dia menjawab kalau dia belum pernah melihatnya. Meskipun saat itu dia belumlah menjadi seorang Kristen, dia tidak pergi untuk melihat pameran tersebut karena dia mengetahui sejarah Mesir.

Daniel menjelaskan pada saya bahwa untuk menjaga makam-makam Firaun dari para perampok, maka sekeliling makam-makam tersebut ditaruh mantra-mantra yang kuat. Siapapun yang membuka makam tersebut, masuk ke dalamnya, atau bahkan melihat gambar yang ada di dalamnya dengan segera akan mendapatkan suatu kutuk kematian dan kehancuran dalam hidupnya. Untuk beberapa tahun lamanya hal ini cukup ampuh untuk menjauhkan para perampok dari makam-makam tersebut. Tetapi, dengan berlalunya waktu dan kerajaan baru muncul, orang-orang mulai melupakan kekuatan dan para penyihir Mesir itu. Tetapi, setan tidak lupa! Mantra-mantra sejenis itu telah ditempatkan di sekeliling makam raja Tut saat makam tersebut dibangun, dan masih memiliki efek mantra tersebut. Kenyataannya, Anda mungkin ingat kalau semua orang yang terlibat dalam penggalian makam raja tersebut meninggal dunia dalam jangka waktu dua tahun setelah penggalian tersebut.

Dengan melihat berbagai artifak dari makam raja Tut, ada suatu kutuk kehancuran yang ditimpakan dalam hidup saya. Karena saya ini milik Tuhan, Tuhan tidak mengijinkan roh tersebut membunuh saya, tetapi mereka benar-benar telah membuat hidup saya berantakan untuk beberapa tahun lamanya. Segera setelah saya menyadari apa yang telah saya lakukan, saya duduk di atas tempat tidur saya dan meminta pengampunan Tuhan karena telah melihat pameran itu tanpa bertanya terlebih dahulu kepada-Nya. Kemudian, saya mengambil alih kuasa atas kutuk itu dan mematahkan semua roh-roh jahat yang berhubungan dengan kutuk itu untuk meninggalkan saya saat itu juga untuk selamanya di dalam nama Yesus Kristus.

Sungguh nyata bedanya! Kesehatan saya mulai membaik, dan sejak itu saya tidak pernah mengalami suatu sakit yang serius lagi. Nyatanya, sekarang ini saya jarang merasa sakit. Saya jarang terkena flu. Sekarang ini saya jauh lebih kuat dan sehat daripada sebelumnya. Puji Tuhan!

Apakah Anda pernah mengunjungi pameran raja Tut? Jika memang pernah, maka Anda harus bergegas untuk menghancurkan kutuk-kutuk kehancuran dan kematian yang hinggap dalam hidup Anda.

(Kutuk Yang Belum Dipatahkan -- Rebecca Brown MD./Daniel Yoder)

* * * * *

Tetapi mereka memberontak terhadap Aku dan tidak mau mendengar kepada-Ku; setiap orang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu MELIHAT, dan tidak meninggalkan berhala-berhala Mesir. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di tengah-tengah tanah Mesir. (Yehezkiel 20:8)
Share:

Menggugat Pemakaian Kata Allah Di Kalangan Orang Kristen


Oleh Pdt. Mauli Siahaan

Pendahuluan
Akhir-akhir ini sekelompok orang makin gencar untuk mempertanyakan pemakaian kata Allah di kalangan orang Kristen. Mereka ini bukanlah kelompok penentang kekristenan yang tidak suka kata ”Allah” dipakai dalam kehidupan beragama mereka. Justru kelompok yang menentang ini adalah orang Kristen yang tidak suka kata “Allah” dipakai di kalangan orang Kristen. Mereka beranggapan bahwa selain kata “Allah” itu sendiri memiliki konotasi “berhala”, orang Kristen memiliki kata yang sesungguhnya berasal dari Allah itu sendiri. Itulah sebabnya pada awalnya setiap kata “Allah” yang ada dalam Alkitab diganti menjadi “Elohim”, kemudian berubah menjadi kata “Yesus” dan akhir-akhir ini agar merasa lebih tepat setiap kata Allah dirubah menjadi kata “Yahweh”.

Sekarang timbul pertanyaan, “Salah dan berdosakah kita kalau kita memakai kata “Allah” dalam kehidupan kita sehari-hari baik ketika kita beribadah secara pribadi atau ketika sedang berjemaat? Sudah mendesakkan untuk mengubah Alkitab yang memakai kata “Allah” untuk menggantinya menjadi “Yahweh”?

Nama-nama yang dikenakan kepada Allah dalam Alkitab

Kemunculan nama-nama yang dikenakan kepada pribadi Tuhan sangat bersangkut paut dengan tujuan kehadiran Tuhan pada saat itu sehingga di satu tempat kata yang muncul akan sangat berbeda di tempat lain walaupun yang tampil adalah pribadi yang sama. Itulah sebabnya ada beberapa nama yang kemudian muncul dalam Alkitab yang dikenakan kepada Tuhan.

1. Elohim
Kata ini pertama kali muncul dalam  Kejadian 1: 1 . Kata ini bentuknya jamak yang diambil dari akar kata El yang diterjemahkan sebagai Ilah atau Allah. Kata ini diadopsi dari bahasa Kanaan di mana El adalah salah satu nama dewa orang Kanaan. Kata ini adalah kata yang umum dan seringkali dipakai yang memiliki arti ”yang kuat”. Kata ini juga dapat dipakai sebagai bentuk tunggal yang berarti Allah yang Mahatinggi. Penggunaan nama ini mengacu  kepada hubungannya dengan alam semesta.

2. Yahweh
Kata ini pertama kali diperkenalkan kepada Musa dalam peristiwa nyala api yang keluar dari semak duri (Keluaran 3:11-15) dan muncul untuk pertama kalinya dalam Kejadian 2:4. Kata ini memiliki arti ”yang ada” dan diterjemahkan sebagai TUHAN dan merupakan nama diri Allah yang unik dan spesifik. Di kalangan Yahudi ortodoks nama ini terlalu mulia untuk disebutkan. Itulah sebabnya nama Yahweh boleh dituliskan tetapi tidak boleh disebutkan dan menggantinya dengan sebutan ”Adonai”.

3. Adonai
Kata ini diterjemahkan sebagai Tuhan yang penggunaannya mengandung arti sebagai penguasa yang mutlak. Kata ini bersangkut paut dengan hubungan tuan dan budak (Kejadian 24:9). Kata ini memiliki bentuk jamak yang mengacu kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam yang kepada-Nya semua manusia yang dihubungan sebagai budak harus tunduk dan taat. Dalam Perjanjian Lama (PL) orang-orang Yahudi memakai kata ini untuk mengganti kata Yahweh.  

4. Theos
Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti Allah (Efesus 4:24) atau dewa/dewi (Kisah 19:37) sebagai pribadi yang tertinggi atau orang yang pantas menerima rasa hormat dan penghormatan.

5. Kurios
Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemilik atau orang yang mempunyai kendali terhadap orang lain di mana dia memiliki kuasa untuk memutuskan. Suatu sebutan yang ekspresif sebagai rasa hormat dan penghormatan. Sebutan ini diberikan kepada Tuhan (Matius 1:20; Yohanes 20:18)), Raja atau tuan (Lukas 12:9).

Dari berbagi kata di atas pada umumnya memiliki pengertian berhala dan pribadi manusia yang disembah dan dipuja-puji, kecuali kata Yahweh. Kata-kata itu tidak menjadi masalah ketika dikenakan kepada Tuhan oleh pelaku Alkitab.

Nama-nama yang dikenakan kepada Allah di luar Alkitab
Setelah kekristenan merambah wilayah di luar tanah perjanjian sesuai dengan amanat Tuhan Yesus dalam Kisah 1:8, maka nama-nama yang dikenakan kepada Tuhan mengacu kepada pemahaman masyarakat di mana Injil itu diberitakan. Karena mamang kekristenan masuk ke satu wilayah dengan mengadaptasi budaya dan bahasa setempat tanpa harus menghancurkan konsep atau prinsip yang ada dalam kekristenan itu sendiri. Dan salah satu kata yang dikenakan kepada Tuhan untuk menyebutnya adalah kata ”Allah”. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang memiliki akar kata Il atau El yang mengacu kepada kepala para dewa. Kata ini sudah ada jauh sebelum agama Islam lahir di tanah Arab.

Jadi pemakaian kata ini mengacu pada pemahaman masyarakat di tanah Arab terhadap pribadi yang maha tinggi yang bisa mereka mengerti pada zaman sebelum kekristenan datang yang kemudian dipakai untuk memahami pribadi Allah dalam Alkitab dalam perspektif yang berbeda dengan pemahaman sebelumnya. Hal yang sama terjadi ketika Injil diberitakan ke berbagai wilayah di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia.
Ketika Injil masuk ke Indonesia lewat para misionaris, mereka memiliki prinsip yang sama ketika memberitakan Yesus Kristus di setiap suku di Indonesia. Itulah sebabnya para misionaris ini berusaha mencari kata yang tepat untuk menggambarkan Yesus Kristus sebabai Tuhan dan Juruselamat. Maka kata-kata yang timbul kemudian sangat jauh berbeda dengan kata-kata yang ada dalam Alkitab tetapi memiliki makna yang sama. Makanya tidak heran sebutan yang dikenakan kepada Yesus di setiap suku di Indonesia berbeda-beda karena pengertian di setiap suku itu berbeda-beda namun isinya sudah diganti dengan pemahaman dari Alkitab.

Prinsip itulah yang dikenakan ketika Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menterjemahkan kata Elohim menjadi Allah dalam Alkitab bahasa Indonesia. Karena kata Allah lah yang pada umumnya dimengerti oleh masyarakat Indonesia untuk menggambarkan pribadi yang maha tinggi itu. Namun pemakaian kata itu sama sekali bukan dalam arti semula yaitu salah satu dewa atau kepala para dewa di Timur Tengah. Sama halnya ketika orang-orang percaya dalam Alkitab memahami Allah sesuai dengan kata yang mereka miliki pada saat itu seperti kata Elohim. Kalau kita simak secara teliti, maka kita akan menemukan bahwa setiap pelaku Alkitab menyebut pribadi yang maha tinggi itu dengan memakai kata yang mereka sudah kenal dalam masyarkat mereka yang pada awalnya memiliki pengertian penyembahan berhala namun dalam pengertian yang berbada.

Sebagai contoh. Ketika Abraham berkomunikasi dengan Allah, ia menyapanya dengan makai kata yang diambil dari bahasa yang ada di sekitarnya. Tentu kata itu pasti kata yang berbau penyembahan berhala. (Ingat walaupun kata Yahweh sudah muncul pertama kali dalam Kejadian 2:4 tetapi kata itu baru diperkenalkan pertama kali kepada Musa dalam Keluaran 3:11-15 jauh sesudah zaman Abraham). Namun kata yang berbau berhala yang Abraham kenakan kepada Allah itu tentu dengan isi yang berbeda dengan pemahaman orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan demikian kata yang dahulunya berbau berhala menjadi kata yang dapat dipakai oleh orang-orang beriman di sepanjang sejarah Alkitab namun makna yang berbeda.

Prinsip yang sama juga terjadi dalam pemakaian kata Allah. Walaupun awalnya kata itu mengandung makna penyembahan berhala, tetapi karena kata itulah yang bisa menggambarkan pribadi yang mahatinggi yang bisa diketahui oleh masyarakat di Indonesia pada waktu itu dan bukan Elohim, Yahweh, Adonai, Theos atau Kurios maka kata itulah yang ”tepat” untuk menterjemahkan Dia yang mulia itu. Jadi kata Allah yang dipakai oleh orang Kristen hari ini tentu sangat berbeda dengan kata Allah yang dipakai oleh orang-orang di zaman dahulu. Dengan kata lain framenya sama tetapi isinya berbeda.

Saya percaya bahwa setiap orang Kristen yang menyebut Tuhan itu dengan memakai kata Allah tidak akan memiliki pengertian bahwa yang disapa itu adalah salah satu dewa atau kepala para dewa. Namun dalam pemikiran orang Kristen yang menyapa Tuhan itu dengan kata Allah memiliki pengertian Tuhan satu-satunya dan tidak ada yang lain.

Mungkin ada banyak orang berkata bahwa mengapa nama Allah dipakai dalam menterjemahkan pribadi yang mahatinggi itu padahal sudah ada kata Yahweh yang telah diperkenalkan kepada setiap orang yang ingin menyembah Dia? Kita harus menyadari bahwa Tuhan tidak ingin disembah oleh manusia tetapi tidak dimengerti siapa pribadi yang disembah itu. Itulah sebabnya kalau kita mengamati dalam Perjanjian Baru (PB) di mana ketika pada Rasul mengabarkan Injil mereka tidak pernah memakai kata Yahweh ketika ingin memperkenalkan Yesus sebagai Tuhan. Itulah sebabnya kita tidak akan pernah menemukan kata Yahweh dalam Perjanjian Baru karena kata itu tidaklah dapat dipahami oleh mereka yang tidak pernah bersinggungan dengan agama Yahudi. Dan bahasa yang dipakai oleh para rasul dalam mengabarkan injil kepada bangsa yang bukan Yahudi pada masa itu adalah bahasa Yunani sehingga kata-kata yang dipakai untuk menjelaskan pribadi yang mahatinggi itu adalah kosa kata yang ada dalam bahasa Yunani tetapi menggambarkan pribadi yang sama seperti mereka memahami kata Yahweh.

Ada juga alasan yang dipakai oleh mereka yang tidak mau memakai kata Allah dalam kehidupan ritual keagamaan mereka dengan alasan bahwa Alkitab baik Perjanjian Lama yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Yunani tidak pernah memuat kata Allah. Demikian juga Alkitab yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Tobelo atau bahasa Batak tidak pernah memakai kata Allah. Jadi merekapun berkata bahwa tidak menjadi masalah apabila mereka juga tidak memakai kata itu dalam kehidupan ritual mereka dan menggantinya dengan kata Yahweh. Tetapi kelompok ini lupa bahwa Alkitab PB tidak pernah memakai kata Yahweh. Kalau begitu mengapa kelompok ini dengan berani berkata bahwa kata yang pas yang perlu dipergunakan oleh orang Kristen adalah kata Yahweh. Apalagi yang seharusnya berhak memakai kata itu yaitu orang Yahudi justru sangat takut untuk memakai kata itu karena mempercayai bahwa nama itu terlalu mulia untuk disebut sehingga mereka menggantikannya dengan kata Adonai. Mungkin kelompok orang yang makai kata Yahweh ini merasa bahwa mereka sudah dalam masa Perjanjian Baru di mana Yesus sudah mati untuk membuka jalan masuk ke tahta Allah sehingga sudah terjadi kebebasan untuk menyapa Dia dengan kata Yahweh. Tetapi mengapa para rasul tidak mamakai kata itu ketika mereka memberitakan Injil di zaman mereka? Apakah kelompok ini merasa bahwa mereka lebih hebat dari para rasul itu? Atau para Rasul itu melakukan kesalahan yang harus dirobah pada zaman sekarang? Kalau para rasul itu melakukan kesalahan dalam pemakaian kata itu maka terbuka juga celah untuk berkata bahwa ada kesalahan yang lain yang telah dilakukan oleh para rasul dan kesalahan itu bisa sesuatu yang prinsip seperti keselamatan. Dan itu menjadi hal yang sangat berbahaya bagi iman Kristen.

Mungkin ada orang yang berkata bahwa nama Yahweh adalah nama pribadi yang tidak mungkin bisa dirubah seperti nama Bambang. Di manapun pribadi itu hadir pasti nama itu yang harus dipakai seperti di manapun Bambang berdiri maka nama Bambang yang harus dikenakan kepadanya. Kalau itu benar, mengapa di setiap penampilan Tuhan disetiap kejadian yang dikisahkan dalam PL tidak seluruhnya memakai nama Yahweh padahal yang tampil itu adalah pribadi yang sama. Kalau nama itu betul-betul hanya menunjukkan nama diri, maka setiap penampilan Tuhan dalam setiap peristiwa yang pernah dicatat oleh PL akan memakai nama itu. Di sinilah uniknya nama ini sehingga sekalipun nama itu adalah nama diri tetapi kehadirannya dalam setiap peristiwa tidak selalu memakai nama itu. Dan kalau kelompok yang memakai nama Yahweh konsisten karena merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mentaati Alkitab, maka mereka seharusnya bukan memakai kata Yahweh karena kata itu tidak ada dalam PL tetapi YHWH. Sebab kata Yahweh adalah upaya orang di luar Alkitab untuk bisa menyebut kata YHWH. Jadi kalau ada kata yang lain yang dikenakan kepada Tuhan dengan memakai kata yang seharusnya YHWH adalah sebuah penyimpangan juga. Jadi kalau ada orang ingin membetulkan sesuatu yang salah tetapi menciptakan kesalahan yang baru tentu adalah sebuah kesalahan juga.

Dan yang paling menyedihkan adalah bahwa kelompok ini sudah mulai mengancam mereka yang masih memakai kata Allah dengan berkata bahwa kalau masih memakai kata itu akan mendapatkan hukuman dan akan masuk neraka. Mereka mengutip ayat yang berkata; ”Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum” (Ibrani 6:4-6). Berarti kelompok ini sudah menghakimi orang Kristen yang memakai kata Allah bukan saja di masa sekarang tetapi juga orang Kristen di segala abad yang tidak memakai kata Yahweh, bahwa mereka semua itu akan masuk neraka. Sungguh sangat luar biasa. Dan ini akan sangat meresahkan.

Selain itu kelompok ini juga sudah terlalu jauh melangkah dengan berupaya memakai cara-cara yang tidak menandakan dirinya sebagai orang Kristen dengan berusaha mempengaruhi pemerintah agar dibuat peraturan untuk melarang memakai kata Allah dikalangan orang Kristen dan mulai menggugatnya melalui pengadilan. Sikap ini sudah menghalalkan segala cara hanya untuk memenuhi tujuan. Apakah ini yang disebut orang yang hidup di dalam firman Allah?
  
Kesimpulan
Jadi kata apapun yang dikenakan untuk pribadi yang maha tinggi itu tidak menjadi masalah asal mengacu pada prinsip bahwa kata itu adalah kata yang menggambarkan pribadi-Nya yang mulia agung, tinggi luhur dan segalanya. Walaupun mungkin kata yang dipakai itu awalnya adalah kata yang berbau berhala, tetapi kalau kata itu bisa menggambarkan pribadi Tuhan di dalam Yesus Kristus adalah sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan. Apakah orang Kristen akan memakai kata: Elohim, Yahweh, Adonai, Kurios, Theos atau Allah tidak menjadi masalah sepanjang makna yang terkandung di dalamnya dipahami sebagai pribadi satu-satunya, penguasa alam semesta yang berkuasa di bumi dan di sorga yang kita kenal di dalam Yesus Kristus. Jadi tidaklah berdosa kalau kita mengenakan kata Allah kepada Tuhan seperti bukan dosa ketika kita memakai kata Elohim kepada-Nya.

Tidak menjadi masalah kalau ada sebagian orang Kristen tidak mau lagi memakai kata Allah dan mengantinya dengan kata Yahweh dalam kehidupan ibadahnya sehari-hari dan sampai mencoba mengganti Alkitab peroduksi LAI (- boleh saja asal jangan dibajak). Tetapi jangan paksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama sebab Allah adalah Tuhan bagi semua orang bukan saja Tuhan bagi orang-orang yang berbahasa Ibrani atau Yunani, tetapi juga Tuhan bagi orang-orang yang berbahasa Arab dan Indonesia (Roma 10:12). Ingat orang-orang Kristen yang ada di Timur Tengah telah memakai kata Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka jauh sebelum agama Islam lahir. Dan Rasul Paulus tidak memakai kata Yahweh ketika menyampaikan Injil kepada orang-orang yang bukan Yahudi pada masa gereja mula-mula terbentuk. Jadi janganlah kita merasa lebih baik dari pada orang lain sehingga kita menghakimi saudara kita sendiri. Yang penting adalah apakah setiap kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat? Kalau percaya, maka itulah seharusnya isi dari setiap sebutan yang kita bisa kenakan apapun kata yang kita pakai untuk itu.  
Share:

Selamat Hari Jumat Agung

Share:

RENUNGAN HARIAN - 04.04.2012 Perjamuan Tuhan

Bacaan Hari ini :
1 Korintus 11:27-28 "Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan
roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru
sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu."
__________________________________________

Matius 26 menceritakan salah satu peristiwa perjamuan malam yang paling
terkenal dalam sejarah umat manusia yaitu Perjamuan Terakhir.

Yesus berkata, "'Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.'" (Matius 26:26)
"Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada
mereka dan berkata: 'Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah
darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk
pengampunan dosa." (Matius 26:27-28)

Yesus, saat itu berbicara secara simbolis.
Yang Dia katakan bukanlah arti sesungguhnya secara harafiah.
Yesus pernah mengatakan bahwa Dia adalah Roti Hidup, namun Dia juga
mengatakan bahwa Dia adalah sebuah Pintu?

Jadi apakah kita kemudian memperdebatkan apakah Yesus sebenarnya adalah Roti
atau sebuah Pintu?
Tentu saja tidak.
Demikian halnya dengan pernyataan Yesus saat Perjamuan Terakhir, jangan
kemudian memperdebatkan bahwa roti dan isi cangkir tersebut sebenarnya
adalah tubuh dan darah Kristus yang sesungguhnya secara harafiah.
Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa terjadi perubahan secara spiritual
yang mengubah isi cangkir menjadi darah Yesus dan roti menjadi tubuh-Nya.

Oleh karena itu,saat kita mengambil bagian dalam sebuah Perjamuan Kudus,
janganlah terlalu memusingkan seperti apa wujud yang ditampilkan sebagai
tubuh dan darah Kristus.
Namun disisi lain, jangan mengurangi makna Perjamuan Kudus dengan berpikir
bahwa semua hal itu tidak ada artinya.
Alkitab memperingatkan kita akibat dari mengambil bagian dalam Perjamuan
Kudus tanpa bersungguh-sungguh menyadari apa makna sesungguhnya dari
Perjamuan tersebut. (1 Korintus 11:23-30)

Roti dan anggur itu sendiri bukanlah elemen suci, namun keduanya mewakili
sesuatu yang sangat suci.
Jadi, dengan rasa hormat kita dapat mengikuti Perjamuan Kudus di Gereja dan
menyadari bahwa hal tersebut adalah sebuah simbol dari apa yang telah Yesus
Kristus lakukan untuk kita di kayu salib.

__________________________________________
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Ruth 1-4; Lukas 8:1-25
__________________________________________

Tidak perlu mempertanyakan apakah Roti adalah benar Tubuh Yesus dan Anggur
adalah benar Darah Yesus, melainkan pahamilah bahwa Roti dan Anggur tersebut
adalah simbol dari apa yang telah Yesus lakukan untuk kita dengan mati di
kayu salib.

(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Share:

RENUNGAN HARI Ini - Pencipta Anda Ingin Menjadi Bapa Anda

30 Desember 2011

Bacaan Hari ini :
Yohanes 1:11-12 "Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang
kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya
dalam nama-Nya."
__________________________________________

Kita telah membahas tentang mengapa kita tidak memperhatikan Tuhan dan salah
satu alasannya adalah karena sebenarnya kita tidak menginginkan Tuhan dalam
hidup kita.
Kita ingin menjadi Tuhan.
Kita ingin menjalankan kehidupan kita sendiri.
Kita berpikir, "Tuhan Engkau tetap berada di sisi pagar sebelah sana, dan
aku akan tetap berada di sisi pagar kepunyaanku."

Tapi hal ini tidak bekerja seperti itu.
Anda diciptakan untuk mengenal Tuhan.
Anda diciptakan untuk dicintai oleh Dia dan Anda diciptakan untuk belajar
mencintai-Nya kembali.
Tapi sifat manusiawi kita mengatakan, "Saya pikir, saya tidak ingin
mengikuti jalan Tuhan. Saya rasa, saya tahu lebih dari Tuhan. Saya pikir,
saya lebih tahu apa yang akan membuat saya bahagia, jadi saya tetap dengan
rencana saya sendiri."

Nah, jadi bagaimana semuanya berjalan dalam hidup Anda?
Apakah Anda sudah mencapai semua tujuan Anda dan memenuhi semua impian Anda?
Apakah Anda benar-benar puas?
Apakah hidup Anda persis seperti yang Anda harapkan?
Yang benar adalah Anda memiliki berbagai kekecewaan dan masalah dalam hidup
Anda.

Mengapa?
Karena rencana Anda tidak berhasil dan rencana saya tidak berhasil.
Rencana kita, independen dari Tuhan, tidak pernah dimaksudkan untuk bisa
berhasil.

Itulah mengapa kita harus membuat ruang bagi Yesus Kristus dalam kehidupan
kita.
Saya melakukan ini sehingga saya mengenal Pencipta saya dan Juru Selamat
yang mengasihi saya.
Tidakkah Anda berpikir bahwa jika Anda berbicara dengan Sang Pencipta dan
membaca buku manual yang dibuat Pencipta (Alkitab), hidup Anda akan menjadi
jauh lebih sederhana?

Alkitab mengatakan, "Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi
orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang
menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka
yang percaya dalam nama-Nya." (Yohanes 1:11-12)

Dengan kata lain, ketika saya terhubung dengan Yesus, saya bisa menjadi
bagian dari keluarga Allah.
Tuhan menjadi Bapa saya ketika saya menempatkan kepercayaan saya dalam
Anak-Nya, Yesus.
Tuhan adalah Pencipta semua orang.
Tuhan mengasihi semua orang, tetapi Tuhan hanya menjadi Bapa dari mereka
yang memilih untuk berada di dalam keluarganya dengan percaya kepada
Anak-Nya, Yesus.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 3; Wahyu 20
__________________________________________

Kita tidak akan dapat menjalani kehidupan yang penuh tanpa Tuhan, karena
kita diciptakan untuk mengenal dan mengasihi Tuhan.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

A.Koesoemajadi

Micro Credit Compliance Jateng
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Jl. Jend. Sudirman No. 13, Yogyakarta
Phone : 0274 – 565338 Ext : 222
Fax : 0274-556784
XL : 0818 0394 1086

Share:

RENUNGAN HARI Ini - Apakah Ada Berhala?

Bacaan Hari ini :
Markus 4:18-19  "Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri,
itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya
kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit
firman itu sehingga tidak berbuah."
__________________________________________

Seperti yang kita diskusikan kemarin, Tuhan menginginkan lebih dari sekedar
bagian kecil dari hati Anda.
Dia menginginkan hati Anda sepenuhnya.

Yesus berbicara tentang betapa mudahnya untuk membiarkan hati Anda menjadi
begitu penuh sesak sehingga Anda tidak punya ruang untuk Tuhan.
Dia mengatakan ada orang-orang yang mendengar firman Tuhan, tetapi mereka
dipenuhi dengan kekhawatiran tentang semua hal yang harus mereka lakukan dan
semua hal yang ingin mereka dapatkan, dan akhirnya stres mencekik firman
Tuhan yang mereka dengar -- sehingga tidak ada buah yang dihasilkan dari
firman itu.
Hal ini adalah mengapa beberapa orang bisa pergi ke gereja minggu demi
minggu, tahun demi tahun, dan tidak ada perubahan dalam hidup mereka.
Benih yang ditanam melalui Firman pada hari Minggu tidak dapat tumbuh karena
tidak ada ruang di dalam hati mereka.

Sekarang, dengarkan baik-baik, ketika sesuatu menjauhkan Tuhan dari hati
kita, Anda tahu apa namanya?
Ini disebut berhala.
Berhala adalah sesuatu yang mengambil tempat Tuhan dalam hati kita.
Dan Alkitab mengatakan seharusnya tidak ada berhala di dalam hati kita.

Penyembahan berhala tidak berarti Anda berlutut dan berdoa kepada sebuah
patung kecil.
Karir Anda bisa menjadi berhala.
Pacar Anda bisa menjadi berhala.
Sibuk mencari uang dapat menjadi berhala.
Mimpi Anda bisa menjadi berhala.
Bahkan pernikahan Anda bisa menjadi berhala.
Apa pun yang lebih penting bagi Anda daripada Tuhan adalah berhala.

Alkitab berkata, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" (Mazmur
46:11a) Berikut adalah terjemahan sederhana dari ayat ini: duduk dan
tenanglah.
Anda dapat mengundurkan diri sebagai general manager alam semesta dan
segalanya tidak akan menjadi berantakan.
Anda mungkin begitu sibuk menempatkan besi dalam api, sehingga Anda justru
akan memadamkan apinya.

Yesus mengatakan kepada kita untuk menyingkirkan kekacauan dalam hati kita
dan membuat ruang untuk kehadiran-Nya dalam hidup kita.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 2; Wahyu 19
__________________________________________

Yesus adalah satu-satunya yang layak mendapatkan tempat pertama dalam hati
dan hidup kita.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Share:

RENUNGAN HARI Ini - Lingkungan Pengaruh Anda

Bacaan Hari ini :
Amsal 11:25 "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi
minum, ia sendiri akan diberi minum."
__________________________________________

Hal tersulit dalam penginjilan adalah saat pertama kali Anda memulainya.
Namun setelah Anda memulainya dan Tuhan berbicara melalui Anda, hal tersebut
dapat menjadi kesukaan terbesar yang pernah Anda rasakan.

Menyadari bahwa Allah Yang Maha Kuasa menjadikan Anda sebagai alat-Nya dan
berbicara melalui Anda merupakan hal yang sangat luar biasa.
Suatu kehormatan yang sangat besar untuk memberitakan tentang Yesus pada
sesama.

Injil tidak dirancang untuk disembunyikan dan disimpan untuk kalangan
terbatas, melainkan Injil adalah sesuatu yang harus dibagi dan disebarkan
pada sesama.
Anda diberkati oleh Tuhan agar Anda dapat menjadi berkat bagi sesama.
Demikian halnya dengan Kabar Injil yang telah Anda terima, juga harus Anda
bagikan kepada orang lain agar orang tersebut juga dapat memiliki
persekutuan yang indah dengan Tuhan.

Kesukaan terbesar yang dapat Anda rasakan selain sukacita saat Anda mengenal
Yesus adalah saat Anda berdoa untuk orang lain agar dapat menerima Yesus
juga dalam kehidupannya.
Dalam Amsal 11:25 tertulis, "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,
siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."
Anda akan diberkati saat Anda membantu orang lain.

Anda mungkin bukanlah seorang Penginjil, namun kita diberi tugas untuk
memberitakan Injil pada sesama.
Kita dapat bagikan berita Injil pada orang terdekat kita satu per satu.

Anda dapat mengaplikasikan perintah Yesus dalam Matius 28:19 "Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus".
Mulailah dalam lingkungan kerja Anda, teman Anda atau keluarga Anda.
Anda memiliki lingkungan yang dapat Anda pengaruhi, Anda memiliki
orang-orang terdekat yang mau mendengarkan apa yang Anda katakan.
__________________________________________
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 14-17; Lukas 7:1-30
__________________________________________

Pergilah dan bagikan Injil pada 'dunia' Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)


A.Koesoemajadi

Micro Credit Compliance Jateng
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Jl. Jend. Sudirman No. 13, Yogyakarta
Phone : 0274 – 565338 Ext : 222
Fax : 0274-556784
XL : 0818 0394 1086

Share:

RENUNGAN HARI Ini - Tempat yang Paling Baik

Bacaan Hari ini :
Mazmur 1:1-2 "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang
fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam
kumpulan pencemooh,tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam."
__________________________________________

Dimanakah tempat terbaik saat pencobaan datang?
Dalam kehendak Allah.
Lukas 4:1 berkata bahwa "Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun."
Yesus selalu berada dalam kehendak Allah, tapi kadang kita tidak.

Kita sering menempatkan diri ditempat yang seharusnya kita tidak berada
disana.
Kita bersenang-senang dengan orang-orang yang tidak sepantasnya kita temui,
dan akhirnya kita melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan.

Mazmur 1:1-2 berkata, "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut
nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang
tidak duduk dalam kumpulan pencemooh."

Coba amati pergerakan pada ayat ini, mulai dari berjalan ke berdiri dan
duduk.
Begitulah pencobaan bekerja.

Hal itu seperti Anda yang sedang diet memutuskan untuk berjalan-jalan ke
toko kue kesukaan Anda.
Dapat diprediksi, Anda akan melihat kue gulung yang segar pada etalase toko.
Hal itu membuat Anda bergerak dari yang tadinya berjalan menjadi berdiri.
Kemudian Anda mulai memperhatikannya dan hal berikutnya yang Anda tahu
adalah Anda telah duduk di kursi toko roti dan makan dengan lahap.

Atau, Anda sedang bergaul dengan orang-orang yang tidak beriman atau berdiri
dengan orang-orang yang berdosa.
Mereka berkata, "Maukah Anda bersantai-santai bersama kami? Anda sangat
tegang dengan kekristenan Anda. Mari, minum. Bagaimana kalau satu minuman?"
Atau "Bergabunglah dengan kami dan mari kita lakukan hal ini. Ini hanya
sekali. Ayolah.. Bersenang-senanglah sedikit!"

Dan tiba-tiba Anda menemukan diri Anda ditempat yang tidak seharusnya.
Anda berpikir, bagaimana saya bisa ada disini?
Anda berada ditempat yang salah dengan orang yang salah pada waktu yang
salah.

Itulah sebabnya tempat terbaik saat pencobaan datang adalah dalam kehendak
Allah.
Dan itulah sebabnya kita perlu membentengi diri dan mengisi pikiran kita
dengan Firman Allah.
__________________________________________
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Lukas 1:1-20
__________________________________________

Saat pencobaan dan tekanan datang, segera cari tempat terbaik untuk
berlindung yaitu di dalam kehendak Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Share:

Categories

Ordered List

  1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  2. Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  3. Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Definition List

Definition list
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Lorem ipsum dolor sit amet
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Pages