• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Language targeting

EasyHits4U Newsletter   Like Tweet
Want to reach 100% of your target audience?

Our powerful Geo Targeting feature just got even better!

Introducing Language Targeting!

 Never miss a visitor who understands the content of your website, without country limits.

 No need to specify the appropriate country targeting for your non-English ads or submit countless copies of your Web site in a specific language anymore to reach all the visitors across the globe speaking that language.

Simply select appropriate language on the Web site or Banner/Text Ad submission form or under the "edit" link for previously submitted sites/ads, and you are done.

And more good news: If you specify language targeting without the Geo Targeting, you receive 1:1 exchange ratio promoting non-English site, even if you are a free member.

Check out the new language targeting option right now!

To make it even easier, we automatically set languages for all accounts and submitted ads.
Don't forget to check your account and ad settings to make sure that we've got it right. Add all the languages you know to your profile, and see more sites available for surfing.

Language targeting is available for Web sites, banners, text ads, and even links in the Links Directory.

We work for your success!

Vote For Us At AffiliateFunnel This weeks's buyer drawing winner is 45longcolt who already received 5000 bonus credits + 5000 banner impressions + 5000 text ad impressions!

For every 1000 credits you purchase, you receive one ticket for the drawing. So you get much more chances to win when you buy more credits!

Drawing continues — any member who purchases at least 1000 credits is automatically entered into current drawing:
  • 5000 bonus credits + 5000 banner impressions + 5000 text ad impressions weekly,
  • 6 months Premium membership (value of $41.95) free of charge monthly.
  •   Your EasyHits4U profile Your EasyHits4U profile | Check messages in your Inbox.

    You have 0.00 credits on your account balance.
    Log in today and surf — www.EasyHits4U.com

    Thank you for your continuous support!
    © Copyright 2003–2012 EasyHits4U.com. All Rights Reserved.

    Please don't reply to this email as this mailbox will not be checked. Contact us

    You are receiving this email because you agreed to receive emails as a member of EasyHits4U.
    If you wish to unsubscribe from our newsletter and system notifications, please use this link
    If you wish to cancel your account, please use this link

    If you wish to contact us by postal mail, please send a letter to:
    EasyHits4U.com, M.P.O. Box 296, Oberlin, OH 44074-0296, U.S.A.
    Share:

    Surfing contest (Bonuses inside)

    EasyHits4U Newsletter   Like Tweet
    Surfing contest

    620,000th member will register his/her account at EasyHits4U in the next few days.
    Time for bonuses!

    Surf 620+ pages total during the next five days, October 10-14, and get a chance to win one month of Premium membership (value of $7.95) at EasyHits4U.

    There will be 25 winners of this contest. Winners will be notifed by email and on the members' home page with links to their EasyHits4U profiles (free extra advertising).
    If you are a Premium member already, bonus Premium membership will be added to your existing Premium membership period.

    Surf and get a chance to win one of 25 upgrades!

    Click the link above to receive 620 bonus text ad impressions right now.
    Surfing contest ends this Sunday, on October 14.

    Vote For Us At AffiliateFunnel Ultimatepowerprofits.com has been excluded from our block list because its pages do not break our surfing frame anymore.

    Don't forget that you can check where your first-level referrals came from in the "My Referrals" section. This information helps you to find out the most effective resources for your ad campaigns.

    This weeks's buyer drawing winner is Dadof2girls who already received 5000 bonus credits + 5000 banner impressions + 5000 text ad impressions!

    For every 1000 credits you purchase, you receive one ticket for the drawing. So you get much more chances to win when you buy more credits!

    Drawing continues — any member who purchases at least 1000 credits is automatically entered into current drawing:
  • 5000 bonus credits + 5000 banner impressions + 5000 text ad impressions weekly,
  • 6 months Premium membership (value of $41.95) free of charge monthly.
  •   Your EasyHits4U profile Your EasyHits4U profile | Check messages in your Inbox.

    You have 0.00 credits on your account balance.
    Log in today and surf — www.EasyHits4U.com

    Thank you for your continuous support!
    © Copyright 2003–2012 EasyHits4U.com. All Rights Reserved.

    Please don't reply to this email as this mailbox will not be checked. Contact us

    You are receiving this email because you agreed to receive emails as a member of EasyHits4U.
    If you wish to unsubscribe from our newsletter and system notifications, please use this link
    If you wish to cancel your account, please use this link

    If you wish to contact us by postal mail, please send a letter to:
    EasyHits4U.com, M.P.O. Box 296, Oberlin, OH 44074-0296, U.S.A.
    Share:

    RENUNGAN HARI Ini - Fokus pada Hal-hal yang Penting

    Bacaan Hari Ini:
    Ibrani 12:1b "... marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu
    merintangi kita..."
    __________________________________________

    Jika Anda ingin menyelesaikan perlombaan kehidupan, jika Anda ingin sampai
    pada garis finish, Anda harus melepaskan beberapa hal yang dapat menghambat
    Anda dalam perlombaan itu.
    Sederhananya, ada beberapa hal yang perlu dikesampingkan agar Anda dapat
    menyelesaikan perlombaan itu dengan baik.

    Apa hal yang sedang saya bicarakan?
    Saya berbicara tentang hal-hal yang menyebabkan Anda berkecil hati.
    Berpikirlah seperti ini.
    Jika Anda memasang satu bola lampu dengan tenaga baterai, baterai itu akan
    tahan untuk waktu yang lama.
    Namun jika Anda memasang 100 bola lampu dengan tenaga baterai, lampu-lampu
    itu akan meredup dan gelap dengan sangat cepat!

    Ketika Anda terus menambahkan hal-hal baru kedalam jadwal dan kehidupan
    Anda, maka Anda akan segera menjadi patah semangat dan lelah.

    Dalam ayat kita hari ini, Ibrani 12:1b, saya ingin fokus pada dua kata,
    "beban" dan "dosa", karena ini adalah dua hal yang menghambat Anda dalam
    perlombaan kehidupan.

    Beban adalah segala sesuatu yang memperlambat Anda.
    Ini dapat berupa hubungan, pekerjaan, kegiatan, atau olahraga.
    Tidak harus hal yang buruk.
    Beban bisa menjadi hal yang baik, tetapi jika Anda mendapatkan terlalu
    banyak hal baik dalam hidup Anda, Anda akan pingsan karena tidak punya waktu
    untuk melakukan itu semua.
    Anda perlu belajar untuk berkata 'tidak'.
    Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk melakukan semuanya.

    Beban bisa juga berupa harapan yang tidak realistis karena persaingan
    lingkungan, kebutuhan untuk menyenangkan seseorang, ataupun berupa sebuah
    kenangan.
    Anda mungkin terjebak dalam kebahagiaan atau sakit hati di masa lalu.
    Masalahnya adalah bahwa Anda tidak bisa hidup di masa lalu atau bahkan di
    masa depan, Anda hanya bisa hidup di saat ini.
    Mencoba untuk melakukan hal-hal itu hanya akan membebani Anda.

    Apa pun bentuk bebannya, jika tidak bekerja dalam hidup Anda, atau menyeret
    Anda jatuh ke bawah, Anda harus rela melepaskannya.

    Bukankah mudah mengidentifikasi dosa?
    Dosa adalah sesuatu yang Anda tahu untuk tidak dilakukan, namun Anda
    melakukannya.
    Anda tahu kunci dari gaya hidup sehat, atau kunci dalam menjaga keuangan
    Anda tetap baik.
    Tapi apakah Anda melaksanakannya?

    Yakobus 4:17 mengatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana harus berbuat
    baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."

    Jadi jika Anda tahu bahwa pengeluaran harus lebih kecil dari penghasilan
    agar Anda tetap sehat secara finansial, jangan berbelanja besar-besaran yang
    membuat Anda jatuh kedalam utang piutang.
    Anda tidak perlu bersaing dengan keluarga Jones atau keluarga Smith, atau
    siapa pun yang Anda ingin bandingkan.
    Anda tidak perlu menggunakan charge card.

    Hidup didalam batas kemampuan Anda, sehingga Anda dapat mengesampingkan
    beban utang keuangan dan menjalani perlombaan kehidupan dengan baik.
    __________________________________________

    Bacaan Alkitab Setahun :
    Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40
    __________________________________________

    Fokuslah pada hal-hal yang penting dalam hidup Anda, jika hal tersebut benar
    dilakukan maka Anda akan melihat buahnya.

    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
    Share:

    RENUNGAN HARI Ini - Allah Akan Membela Anda

    Bacaan Hari Ini:
    Amsal 30:5 "Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi
    orang-orang yang berlindung pada-Nya."
    __________________________________________

    Sejarawan Stephen Ambrose berkata bahwa selama Perang Dunia II, "Para
    pengebom Sekutu dilengkapi dengan senjata mesin, di hidung, di bawah perut,
    di atas, di belakang."

    Dia melaporkan bahwa yang bekerja keras dalam pertempuran di udara adalah
    pesawat-pesawat pembom B-17, yang dikenal sebagai "Benteng Terbang" karena
    membawa 13 senapan berkaliber 50.

    Anehnya, pengujian ilmiah menyarankan B-17 akan lebih aman jika tanpa
    senjata.
    Tanpa beban senjata dan para awak yang menembakkan bom, maka pesawat ini
    bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi, sehingga memberikan peluang yang
    lebih besar untuk bertahan hidup selama misi di siang hari.

    Namun para pilot berkata tidak mungkin jika menjalankan misi tanpa senjata
    yang terpasang di pesawat.
    Mereka ingin bisa menembak balik.

    Kita membuat pilihan yang sama ketika menghadapi pertempuran kita sendiri.
    Tuhan berkata kita tidak perlu senjata, kita dapat melambung lebih tinggi
    dan lebih cepat dengan Dia.
    "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara
    duniawi" (2 Korintus 10:3)

    Tuhan berkata bahwa senjata yang akan Dia berikan adalah "senjata yang
    diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan
    benteng-benteng", sehingga kita tidak lagi perlu menggunakan "senjata
    duniawi". (2 Korintus 10:4)

    Tapi kita berkata, "Tidak, terima kasih. Kita harus menembak balik!" dan
    mempertahankan diri dengan gudang senjata kemarahan, sikap menuntut, manuver
    manipulatif, alasan yang berlebihan, dan bom menyalahkan.

    Dibutuhkan iman untuk berhenti menggunakan senjata-senjata kedagingan ini.
    Dan sebaliknya kita harus "menggunakan perisai iman" dan mempersenjatai diri
    dengan senjata Allah, yang dimulai dengan bom kasih. (Efesus 6:16)

    Inilah bentuk iman yang ditunjukkan Daud ketika ia mendekati Goliat.
    "Ia berkata kepada orang Filistin itu: 'Engkau mendatangi aku dengan pedang
    dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN
    semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu'." (1 Samuel
    17:45)

    Bisakah gudang rohani Allah membela Anda juga?
    "Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya" (Amsal 30:5)
    __________________________________________

    Bacaan Alkitab Setahun :
    Ayub 5-7; Kisah Para Rasul 8:1-25
    __________________________________________

    Sekuat apapun perlawanan dan pertahanan kita menghadapi kekacauan dunia ini
    tetaplah melibatkan Tuhan untuk memampukan dan menguatkan kita.

    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
    Share:

    Renungan Hari Ini - Kebenaran Tentang Kekayaan

    Bacaan Hari Ini:
    1 Timotius 6:17 "Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar
    mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu
    seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan
    kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."
    ____________________________________

    Ketika Yesus berkata, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi
    ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya."
    (Matius 6:19), istilah "mengumpulkan" bukan hanya berbicara tentang memiliki
    harta, tapi juga tentang harta benda yang memiliki Anda.
    "Mengumpulkan" bisa lebih cocok diterjemahkan sebagai "menimbun" atau
    "menyimpan persediaan".
    Yesus tidak berkata bahwa adalah salah untuk memiliki harta benda.
    Namun, Ia memberi peringatan kepada kita untuk tidak menjadi materialistis,
    yaitu membiarkan harta benda kita menjadi lebih penting daripada Allah.

    Allah menciptakan kita untuk mengasihi orang lain dengan memanfaatkan harta
    benda yang kita miliki, tetapi orang yang materialistis mencintai harta
    bendanya dan memanfaatkan orang lain.
    Tidak ada yang salah dengan memiliki harta benda dan karir yang sukses.
    Rasul Paulus menulis, "Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini
    agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak
    tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya
    memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati" (1 Timotius 6:17)
    Allah dapat memberkati seseorang.
    Bahkan, kita membaca dalam Alkitab tentang tokoh-tokoh yang memiliki harta
    kekayaan, seperti Abraham, Ayub, Daud, Yusuf dari Arimatea, Maria dan
    Barnabas.

    Yesus tidak memuji kemiskinan sebagai suatu kebajikan yang hebat.
    Bahkan, hanya satu kali Ia memberitahu seorang penguasa muda yang kaya untuk
    menjual harta miliknya dan memberikannya kepada orang miskin.
    Saya pikir Allah menyuruhnya karena sang penguasa itu telah dikuasai oleh
    harta benda miliknya.
    "Kata Yesus kepadanya: 'Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah
    segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau
    akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku'"
    (Matius 19:21), Alkitab mengatakan bahwa sang penguasa kaya itu kemudian
    pergi dengan sedih.
    Itu adalah tes untuk melihat apakah baginya Allah lebih penting daripada
    harta benda miliknya.

    Uang bukanlah akar dari segala kejahatan; melainkan kecintaan akan uanglah
    yang menjadi akar kejahatan.
    ____________________________________

    Bacaan Alkitab Setahun :
    Mazmur 93-95; Roma 16
    ____________________________________

    Masalah kekayaan adalah bukan tentang memilikinya, namun bagaimana kita
    mendapatkannya, menjaganya dan membaginya dengan orang lain.

    (Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
    Share:

    Renungan Hari Ini - Menjawab Satu Pertanyaan; Meningkatkan Tabungan Anda

    13 September 2012

    Bacaan Hari ini:
    Amsal 21:20 "Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi
    orang yang bebal memboroskannya."
    ____________________________________

    Ayat hari ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan itu bagaikan tes IQ.
    Mari kita lihat seberapa pintar Anda: Orang bijak menabung untuk masa
    depannya, tetapi orang bodoh menghabiskan berapa pun yang mereka hasilkan.

    Jika kita ingin Tuhan memberkati keuangan kita, maka kita harus belajar
    untuk menabung dan berinvestasi untuk masa depan.
    Kita harus menabung, terlepas dari seberapa besar tabungan kita.
    Sebab intinya adalah Allah mengajarkan kita untuk menjadi disiplin dan
    bijaksana dengan uang kita.
    Dia mengajarkan agar pengeluaran kita harus lebih sedikit dari pemasukan
    kita setiap bulan, sehingga kita dapat menyisihkan sebagian untuk ditabung.

    Tuhan berkata itulah yang disebut bertanggungjawab.

    Ada satu pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri.
    Pertanyaan ini biar membantu Anda menghemat banyak uang.
    Pertanyaannya sangat sederhana.
    Ketika Anda siap untuk membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah
    saya benar-benar membutuhkan ini?"
    Kemudian, jujurlah kepada diri sendiri.

    Misalnya, "Apakah saya benar-benar membutuhkan sebuah mobil baru? Mmm, saya
    memang ingin memilikinya. Tapi, apa saya benar-benar membutuhkannya? Apakah
    saya benar-benar membutuhkan peningkatan gaya hidup seperti ini? Saya pasti
    akan menyukainya, tapi apa saya benar-benar membutuhkannya?

    Prinsip keuangan yang paling mendasar adalah ini:
    Ketika Anda menghabiskan uang, maka uang itu akan hilang.
    Namun, jika Anda menabung, maka uang Anda akan bekerja untuk Anda.
    Jika Anda mau melakukan segala sesuatunya sesuai dengan jalan Tuhan, Anda
    bukan hanya mampu keluar dari utang, tetapi Anda juga mampu berinvestasi di
    masa depan, dengan cara menabung.
    ____________________________________

    Bacaan Alkitab Setahun :
    Amsal 16-18; II Korintus 7
    ____________________________________

    Minggu ini, tanyakan kepada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar
    membutuhkan ini?"

    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
    Share:

    BELAJAR DARI BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR

    Lukas 16:1-9
    16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
    16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
    16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
    16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
    16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
    16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
    16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
    16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
    16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."


    Dari semua perumpamaan yang diajarkan Yesus, perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur adalah yang paling banyak menimbulkan teka-teki. Karena alasan itulah banyak penafsiran diberikan [1]. Tiap-tiap penafsiran mencoba menjelaskan ajaran dari perumpamaan ini berdasarkan implikasi-implikasi etisnya. Kesulitan yang dihadapi pembaca adalah bahwa perumpamaan ini ditempatkan di dalam latar belakang Yahudi dan menggambarkan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang Yahudi. Latar belakang dengan semua pokok permasalahannya harus disusun kembali untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan untuk memahami ajaran dari perumpamaan ini [2].

    Latar Belakang :

    Berulangkali bangsa Israel diberitahu oleh Allah untuk tidak memungut bunga kepada sesamanya orang Israel atas uang, makanan, atau apapun yang lain yang dapat menghasilkan bunga. "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat¬Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya" (Kel 22:25; lihat juga Im 25:36; Ul 15:8; 23:19). Allah mengajarkan tanggung jawab sosial dan pelarangan uang riba kepada umat-Nya. Implikasinya adalah bahwa tukang riba harus dianggap sebagai seorang perampok.

    Sifat manusia seperti apa adanya, kebiasaan-kebiasaan dikembangkan selama jangka waktu tertentu dengan maksud untuk mengelakkan hukum Allah. Orang kaya misalnya, akan menunjuk seseorang yang dapat dipercaya sebagai bendahara. Bendahara seperti demikian diberi kuasa penuh untuk bertindak atas nama tuannya. Dia bertanggungjawab terhadap tuannya, tetapi seandainya dia mengambil riba, yang harus dibawa ke pengadilan bukan majikannya tetapi bendahara itu. Setiap waktu, orang yang kaya senang mendapatkan sesuatu dari transaksi-transaksi yang luar biasa tinggi dari negosiasi yang dilakukan oleh bendaharanya. Seandainya transaksi-transaksi yang demikian digugat di pengadilan, orang kaya akan dibebaskan dan bendaharanya harus mengambil tanggung jawab penuh.

    Tetapi bendahara itu diberitahu cara-cara melindungi diri sendiri di mana orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bahkan memaafkan cara-cara tersebut, dan yang mana hakim tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengakui bahwa cara-cara itu jahat. Bendahara dan seorang peminjam menyusun satu pernyataan di mana hutang dan bunganya didaftarkan dalam satu jumlah total. Menurut para pemimpin agama, catatan berikut ini dinyatakan riba, dan dia yang melakukannya dapat diajukan ke pengadilan: "Aku akan membayar Ruben 10 kor gandum pada hari pertama bulan Nisan dan jika aku tidak bisa membayar pada hari itu, aku akan membayar tambahan 4 kor gandum setiap tahunnya" [3].

    Catatan berikut ini dianggap sah:
    "Aku berhutang 14 kor gandum pada Ruben." Apa yang tidak dikatakan catatan itu adalah bahwa si peminjam hanya menerima 10 kor dan harus membayar sisanya dalam bunga [4]. Misalnya, pada tahun 33-34 M, Herodes Agripa I hampir menghadapi kebangkrutan dan memerintahkan seorang pembebasnya Marsyas untuk meminjam uang kepada seseorang. Marsyas pergi ke seorang bankir yang memaksanya untuk menyusun surat tanggungan yang menyatakan bahwa dia telah menerima 20.000 Attic drachmas (=mata uang Yunani kuno). Tetapi kenyataannya dia menerima kurang dari 2.500 drachmas [5]. Bunganya ditambahkan ke jumlah dasar, dan peminjam harus membayar jumlah yang penuh meskipun dia menerima jumlah yang sangat kecil sekali [6]. Surat tanggungan itu sendiri tidak memuat rinciannya.

    Rata-rata bunga untuk gandum yang dipinjam adalah sebesar 20 persen, dengan tambahan 5 persen untuk asuransi terhadap fluktuasi harga dan turunnya nilai dari nilai produksi. Jika komoditi berupa minyak zaitun, rata-rata bunganya adalah 80 persen ditambah 20 persen nilai asuransinya, jadi jumlahnya 100 persen. Resiko meminjamkan minyak zaitun besar sekali. Panen buah zaitun agak susah diramalkan dan kualitas minyaknya, karena ukuran dan kualitas buah, berbeda-beda dari tahun ke tahun. Juga, minyak murah yang berasal dari sumber-sumber lain dapat ditambahkan ke dalam minyak zaitun, dan metode-metode untuk menentukan kemurniannya tidak efisien [7].

    Seorang bendahara diberi posisi kepercayaan. Dia mengontrol aset-aset tuannya dan dianggap sebagai anggota keluarganya. Dia mewakili tuannya dan diberi otoritas penuh untuk bekerjasama dengan para debitur jika dilihatnya sesuai. Karena itu para debitur harus patuh kepada ketentuan yang ditetapkan oleh bendahara. Mereka bertanggungjawab hanya kepada bendahara itu.

    Seandainya bendahara itu memperlihatkan ketidakmampuan, ketidakcakapan, atau tidak dapat dipercaya, tuannya akan meminta dia memberikan perhitungan dan sesudah itu dengan cepat mengeluarkan dia. Bendahara itu tidak mempunyai jalan lain di luar yang dapat membantunya. Dia harus meninggalkan pekerjaaan tuannya dengan tanpa harta milik, dan dia tidak akan disambut oleh para koleganya [8].

    Cerita Perumpamaan :

    Yesus menghubungkan sebuah cerita, yang benar-benar dapat terjadi, yaitu seorang kaya yang menunjuk seorang bendahara untuk mengelola bisnisnya. Dia telah meletakkan kepercayaan penuh kepada bendaharanya, tetapi ketika dia melihat bahwa bendahara itu telah menghamburkan miliknya, dia memanggilnya dan menyuruh dia untuk mengaudit pembukuan-pembukuannya, dan mencari pegawai lain.

    Bendahara itu tahu bahwa tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepadanya benar, bahwa dia telah menyalahgunakan kepercayaan tuannya, dan bahwa dia tidak dapat memohon belas kasihan [9]. Bendahara itu tahu bahwa seorang pengganti akan segera menggantikan kedudukannya. Bagaimana dengan masa depan bendahara itu? Dia harus bergantung kepada kecerdikannya sendiri. Secara fisik dia tidak cukup kuat untuk mengerjakan pekerjaan kasar, dan mustahil bagi dia untuk mengemis[10]. Dia berbicara kepada dirinya sendiri, mempertimbangkan beberapa kemungkinan dan alternatif. Tiba-tiba dia berseru, "Aku dapat akal!" Dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia akan membuat para debitur yang berhutang kepada tuannya itu berhutang kepadanya, sehingga sesudah dia dipecat mereka akan menyambutnya di rumah mereka.

    Dia memanggil para debitur satu demi satu. Dua contoh diberikan di sini. Debitur pertama datang dan bendahara itu menanyakan kepadanya berapa banyak dia berhutang kepada tuannya. Dia menjawab, "seratus tempayan minyak." Satu tempayan merupakan jumlah minyak yang cukup besar, berjumlah sekitar 868 galon atau 3.946 liter [11]. Satu pohon zaitun menghasilkan 120 kilogram buah zaitun atau 25 liter minyak zaitun [12]. Jumlah minyak zaitun yang dipinjam oleh debitur itu berasal dari kebun buah-buahan yang memuat 150 pohon zaitun atau lebih. Bendahara tersebut menyuruh debitur itu untuk mengambil surat hutangnya, yang menyatakan jumlah yang dipinjam, lalu mengurangi setengahnya.

    Debitur berikutnya ditanya dengan pertanyaan yang sama, "Berapa banyak yang kamu pinjam?" Dan jawabnya adalah, "seratus pikul gandum." Seratus pikul sama dengan seratus gantang yang sama dengan hasil tanah seluas seratus acre pada waktu itu [13].Bendahara itu menyuruh dia mengambil surat hutangnya dan mengurangi jumlah hutangnya dua puluh pikul.

    Kedua contoh di atas melibatkan uang dalam jumlah yang besar. Tetapi, atas otoritas dari bendahara yang siap menerima surat pemecatan, mereka mengubah jumlah di dalam surat hutang tersebut. Kita dapat memperkirakan bahwa para debitur lainnmya melakukan hal yang sama.

    Para debitur itu menulis jumlahnya karena mereka tahu bahwa rata-rata bunga untuk minyak zaitun yang dipinjam adalah 100 persen dan untuk gandum yang dipinjam adalah 25 persen. Mereka dengan senang mengubah jumlah hutangnya dari jumlah sebenarnya yang mereka pinjam dari tuan itu. Mereka tidak memalsukan jumlah; tetapi dengan tulisan tangan mereka sendiri, mereka menunjukkan berapa banyak yang harus mereka bayar. Singkatnya, karena nilai yang luar biasa tinggi dinaikkan, kejujuran berlaku.

    Ketika bendahara itu menunjukkan catatannya kepada tuannya, yang kemudian mempelajari transaksi-transaksi yang sudah diubah, bendahara itu dipuji karena dia telah berlaku cerdik [14]. Bendaharalah yang menguasai situasi, bukan tuannya. Kata-kata pujian diberikan karena bendahara itu meyakinkan dirinya sendiri akan kejujuran dan keramahan dari para debitur, telah membuka jalan bagi penggantinya dengan menghapuskan sakit hati para debitur, dan telah memberikan tuannya kesempatan untuk memujinya karena menghapuskan nilai yang luar biasa tinggi dan untuk menunjukkan dirinya sendiri sebagai warga yang taat kepada hukum dan agama. Bendahara tersebut pasti telah menempatkan tuannya dalam keadaan yang paling menyenangkan karena tuannya mengucapkan kata-kata pujian [15].

    "Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur tersebut karena dia telah berlaku cerdik." Kata tidak jujur tidak dapat dipakai untuk perbuatan bendahara kepada para debitur, sebab klausa "karena dia telah berlaku cerdik" akan menjadi berkontradiksi [16]. Sebaliknya kata ini memberikan ciri kehidupan bendahara itu sebelumnya ketika dia menghamburkan milik tuannya. Pelukis an watak ini sama dengan hakim yang tidak adil, di mana dia telah membangun reputasi tidak adil yang dalam jangka waktu tertentu. Ketika dia membicarakan keadilan untuk kepentingan janda itu, sebenarnya dia tidak mengerjakan ketidakadilan janda itu [17]. Demikian juga dengan bendahara itu, karena karirnya yang dahulu dengan melakukan transaksi yang curang, disebut sebagai bendahara yang tidak jujur, meskipun perintah-perintah berikutnya yang dia berikan kepada para debitur itu terhormat dan mendapatkan pujian di mata masyarakat. Tuannya tidak dapat mendatangi para debitur dan memberlakukan nilai yang luar biasa tinggi yang dipakai dalam transaksi sebelumnya oleh sang bendahara, karena kemudian dia akan menjadi seorang tukang riba yang dapat dibawa ke pengadilan. Tuan itu memuji bendaharanya karena kecerdikannya.

    Aplikasi :

    Tepatnya, apa yang dimaksudkan perumpamaan ini? Cerita tentang bendahara yang tidak jujur ini, dijelaskan berdasarkan latar belakang Yahudi asli, masih menyampaikan sebuah pesan yang relevan sampai hari ini. Lalu, pesan apakah itu? [18] Yesus meringkas pesan dari perumpamaan ini di dalam kalimat yang dapat dipahami dengan berkata, "Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang. Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi" [19].

    Pokok dari perumpamaan ini adalah bendahara tersebut, yang telah mendapatkan reputasi tidak jujur dan yang menyadari bahwa masa depannya dipertaruhkan, mencari dukungan dengan bersikap jujur dan murah hati kepada para debitur tuannya. Dia tidak berpegang pada kekayaan duniawi, tetapi dengan murah hati memberikan kekayaan itu kepada mereka yang berhutang kepada tuannya. Meskipun demikian, uang yang diberikan dengan bebas kepada para debitur bukanlah miliknya, dan dalam beberapa hal bahkan bukan milik tuannya. Karena itu anak-anak terang seharusnya tidak mengikatkan hatinya pada harta milik duniawi. Mereka dapat memberi dengan murah hati dan memberi sebagian miliknya. Mereka dapat memberikan miliknya karena harta yang mereka miliki bukan milik mereka sendiri tetapi milik Allah. Ketika mereka menyumbangkan uang mereka kepada orang miskin mereka sedang mendistribusikan kekayaan Allah yang dipercayakan kepada mereka [20]. Yesus meletakkan kebenaran yang sama dengan perkataan ini, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; ... Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga" (Matius 6:19, 20). Dan apa yang diajarkan Yesus berakar di dalam banyak bentuk dan cara di dalam pengajaran Perjanjian Lama. Di hadapan umat Allah Daud berdoa, "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu" (1Taw 29:14). Dengan menggunakan perumpamaan bendahara yang tidak jujur, Yesus menasihati pengikut-pengikut-Nya untuk memberikan uang mereka sebanyak mungkin sehingga mereka mendapatkan penghargaan dari Allah dan disambut untuk hidup di dalam rumah-Nya selalu [21].

    Masalah kekontrasan, meskipun tidak diungkapkan, dinyatakan secara tidak langsung di sini. Secara tidak langsung Yesus berkata: bendahara yang tidak jujur itu dengan mengurangi jumlah hutang debitur tuannya, memandang ke masa depan; betapa lebihnya lagi umat Allah seharusnya membagikan milik mereka dan melihat kepada rumah mereka yang kekal. Umat Allah harus menggunakan milik duniawi mereka sebagai investasi rohani sama seperti orang¬orang duniawi menggunakan uang mereka untuk mendapatkan keuntungan material. Waktunya akan tiba di mana uang menjadi sesuatu yang sudah berlalu. Ketika kematian tiba, roh manusia kembali kepada Allah yang memberinya (Pengkhotbah 12:7). Allah menyambut semua umat-Nya yang tidak mengikat hatinya kepada kekayaan duniawi tetapi mengumpulkan harta di surga [22].

    Orang-orang dunia mengetahui bagaimana menggunakan harta duniawi dan memakainya dengan cara-cara yang materialistis. Tetapi tiba-tiba mereka dapat melepaskan standar yang tidak jujur karena mengetahui bahwa pada hakikatnya kejujuran akan membawa hasil. Sebaliknya, orang-orang Kristen yang telah belajar standar hukum Allah sering dicondongkan untuk bersantai dan mengubah prinsip-prinsip Kristen. Mereka ingin yang terbaik dari dua dunia: mereka ingin memiliki iman Kristen yang terletak di atas kenyamanan masyarakat yang makmur; mereka ingin dikasihi Allah dan pada saat yang sama dipuji oleh manusia. Yesus berkata, "Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang." Jika orang yang tidak mengaku melayani Allah menyadari bahwa standar-standarnya bersifat fundamental, bukankah seharusnya mereka yang mengaku sebagai umat-Nya menjunjung tinggi hukum Allah, melakukan apa yang mereka ajarkan, dan melalui perkataan dan perbuatan memperlihatkan bahwa pada akhirnya uang akan habis tetapi kekayaan surgawi tidak akan berakhir selamanya? Di dalam surat penggembalaannya, Yakobus menasihati orang-orang Kristen yang memilih hidup dalam dua dunia. "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah" (Yakobus 4:4).

    --------------

    Catatan :
    [1] Menurut urutan abjad, literatur sekarang yang mewakili adalah sebagai berikut:
    JD.M. Derrett, "Fresh Light on St. Luke XVI: I. The Parable of the Unjust Steward," NTS 7 (1960-61): 198-219, diterbitkan dalam Law in the New Testament (London: Longman and Todd, 1970),48-77; JD.M. Derrett, "Take thy Bond oo. and write Fifty (Luke XVI.6) The Nature of the Bond," fTS23 (1972): 438-40, diterbitkan dalam Studies in the New Testament (Leiden: Brill, 1977), 1:1-3. J.A. Fitzmyer, "The Story of the Dishonest Manager (Luke 16:1-13)," TS25 (1964): 23-42, diterbitkan dalam Essa ys on the Semitic Background of the New Testament(London: Society of Biblical Literature, 1971), 161-84. D.R Fletcher, "The Riddle of the Unjust Steward: Is Irony the Key?" JBL 82 (1963): 15-30. E. Kamlah, "Die Parabel vom ungerechten Verwalter (Luke 16:1ff) in Rahmen der Knechtsgleichnisse," Abraham Unser Vater, Festschrift honoring O. Michel (Leiden: Brill, 1963),276-94. EJ. Moore, "The Parable of the Unjust Steward," ATR47 (1965): 103-5. RG. Lunt, "Expounding the Parables. III. Perumpamaan tentang Bendahara yang Tidak Jujur (Luk. 16:1-15)," ExpT77 (1966): 132-36. L.J. Topel, "On the Injustice of the Unjust Steward: Luke 16: 1-13," CBQ37 (1975): 216-27. F.E. Williams," Is Almsgiving the Point of the 'Unjust Steward'?" JBL 83 (1964): 293-97.
    [2] Oesterley, Parables, 192-203; Derrett, Law in the New Testament, 51. Banyak ciri-ciri dan ungkapan-ungkapan Yahudi jelas di dalam perumpamaan ini. Apakah seorang pendengar yang bukan Yahudi mengerti perumpamaan ini pada zaman Lukas tetap menjadi sebuah pertanyaan. Tradisi lisan yang tetap ada sepanjang penulisan Injil memberikan kunci kepada pemahaman yang tepat mengenai perumpamaan ini. Lihat Marshall, Luke,615.
    [3] Derrett, Law in the New Testement, 65.
    [4] Fitzmyer. Essays, 176.
    [5] Josephus, Antiquities, 18: 157.
    [6] Derrett, Studies, 1:1-3.
    [7] Derrett, Law, 71.
    [8] Fitzmyer, Essa ys, 177, merupakan pendapat bahwa seorang bendahara menerima komisi atas transaksi yang dilakukan. Derrett, Law, 74, menunjukkan bahwa uang yang dipakai dalam transaksi hutang adalah milik tuannya. Lagipula, karena bendahara di dalam perumpamaan Yesus tidak mempunyai sumber-sumber finansiilnya, dia membuat ketentuan-ketentuan untuk masa depannya yang sudah dekat.
    [9] Sebagai perbandingan, bendahara di dalam perumpamaan tentang hamba yang tidak mempunyai belas kasihan (Mat 18:21-35) berlutut dan memohon tuannya untuk bersabar.
    [10] Ecclesiasticus 40:28 memperingatkan, "Anakku, jangan hidup sebagai seorang pengemis, lebih baik mati dari pada mengemis" (NEB).
    [11] SB, II: 218, memberikan kalkulasi ini berdasarkan [osephus, Antiquities 8:57. [eremias, Parables, 181, membulatkan ukuran ini menjadi 800 galon, yang diambil oleh para penterjemah NIV.
    [12] Dalman, Arbeit und Sitte, IV: 192.
    [13] Dalman, Arbeit und Sitte, III: 155, 159. Lihat juga Jerernias, Parables, 181; SB, II:218.
    [14] LH. Marshall, "Luke XVL 8 - Who Commended the Unjust Steward?" JTS 19 (968):617-19.
    [15] Derrett, Law, 73.
    [16] H. Drexler, "Zu Lukas 16:1-7," ZNW58 (1967): 286-88, berpendapat bahwa karena tuan itu berlaku tidak adil kepada bendaharanya dengan menuntut perhitungan dan dengan memecat dia, maka bendahara itu membalas dendam dan menipu tuannya dengan memanggil para debitur.
    [17] Definite artikel dan kata benda deskriptif dalam bahasa Yunani (tes adikiasi, yang diterjemahkan menjadi kata sifat dalam banyak versi, adalah sama di dalam Lukas 16:8 demikian juga di dalam Lukas 18:6.
    [18] H. Preisker, "Lukas 16:1-7," TLZ74 (1949): 85-92, membandingkan perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur dengan perumpamaan tentang anak yang hilang. Bendahara itu tetap diperbudak oleh kekuatan uang, sedangkan anak yang hilang itu menghabiskan uangnya dan bertobat.
    [19] Terjemahan-terjemahan yang lebih lama, dengan mengikuti teks bahasa Yunani secara harfiah, bagaimanapun juga mengaburkan arti dari bagian itu. NEB menerjemahkan Lukas 16:9 sama seperti NIV, "Demikianlah Aku berkata kepadamu, pergunakan kekayaan dunia ini untuk mendapatkan teman bagi dirimu sendiri, sehingga ketika uang itu merupakan sesuatu di masa lalu engkau dapat diterima dalam rumah yang kekal."
    [20] Drrett, Law, 74.
    [21] SB, II:221. Periksalah juga Williams, "Almsgiving," 294; Lunt, "Parable," 134.
    [22] Berdasarkan studi tentang teks-teks Qumran, frasa "kekayaan duniawi," mamon yang jahat, dibandingkan dengan kekayaan sorgawi. Marshall, Luke, 621.

    (Sumber : Simon Kistemaker, Perumpamaan-perumpamaan Yesus, Saat, 2001, p 248-256/ http://www.sarapanpagi.org/35-bendahara-yang-tidak-jujur-vt2144.html)


    Share:

    KEUANGAN DAN HUBUNGAN ANDA DENGAN ALLAH



    Dalam kekristenan, kita harus mendasarkan segala bidang kehidupan di atas firman Allah, e
    keuangan. Maksud dari semuanya ini adalah untuk memuliakan Allah. Jika kita tidak mencer


    Perlu kita sadari bahwa sesungguhnya kita adalah hamba Tuhan, kitalah yang harus melayan
    kehidupan sehari-hari, kita harus sungguh-sungguh memahami fungsi atau peran keuangan d

    Prinsip-prinsip keuangan yang diberikan dalam seluruh firman Allah, ditulis bukan untuk meli
    namun karena Allah tahu bahwa itulah yang terbaik bagi kita. Prinsip-prinsip Allah mengenai
    untuk memerintah kita, tetapi kebijaksanaan Bapa kepada orang-orang yang mau mendenga

    Orang-orang yang menjalankan dan menaati kebijaksanaan Allah mengenai keuangan akan m
    terkesan.

    Mengapa Kristus Mengajar tentang Keuangan?

    Dua per tiga dari semua perumpamaan yang digunakan Kristus dalam mengajar berhubunga
    setiap orang. Perumpamaan ialah sebuah bentuk pengajaran yang di dalamnya menggunaka
    kurang dikenal. Kristus sedang menjelaskan bahwa kerajaan rohani yang sesungguhnya lebi
    manusia yang duniawi, Ia harus menggunakan sebuah contoh duniawi, yaitu uang.

    Kristus tidak pernah mengatakan bahwa uang atau hal-hal materi adalah masalah. Ia mengata
    yang sesungguhnya. Secara terus-menerus Ia mengingatkan kita untuk menjaga hati terhada
    tersebut adalah alat yang digunakan Iblis untuk mengendalikan dan memanipulasi dunia ini.
    daripada dosa lain (Lukas 12:15). Bahkan, perumpamaan tentang keselamatan dalam Matius
    satu sebab orang percaya tidak berbuah.

    Kekayaan yang telah disediakan Allah untuk memperkaya hidup kita serta membawa orang-o
    menyelewengkan hal itu demi kepentingannya. Bahkan, ada beberapa orang Kristen yang m
    berapa besar sukses mereka menurut istilah-istilah duniawi. Orang-orang miskin dianggap se
    dibandingkan dengan para pemenang.

    Apakah Salah Kalau Ingin Kaya?

    Kaya di sini digunakan dalam pengertian memiliki cukup uang untuk memenuhi semua kebut
    mengajarkan bahwa banyak dari umat-Nya akan termasuk dalam kategori itu, mereka tidak s
    mampu membantu orang-orang lain.

    Dalam ekonomi Allah, Dia menyediakan kelebihan materi kepada beberapa orang Kristen un
    Korintus 8:14-15, dinyatakan dengan jelas bahwa kelimpahan kita pada saat ini akan memen
    memenuhi kebutuhan kita -- sebuah alternatif yang baik demi kesejahteraan di dalam lingkun

    Kristus mengingatkan orang-orang kaya agar selalu berjaga-jaga (Lukas 12:15-21). Godaan u
    harta mereka, semakin besar godaannya. Itulah sebabnya, orang-orang kaya (terlebih lagi or
    prinsip firman Allah.

    Keuangan: Barometer Rohani Kita

    Menurut Ibrani 11, iman ialah memercayai Allah secara mutlak. Itu berarti memercayai Allah u
    Dunia di sekitar kita mengatakan agar kita melakukan hal yang sebaliknya -- bila Anda tidak
    Anda dapat memperolehnya.

    Firman Allah mengatakan agar kita belajar merasa puas dan mau mengabdikan diri untuk me
    yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
    membebani diri kita sendiri dengan mengikuti nasihat duniawi, yang mengatakan bahwa yang

    Salah satu ciri yang paling jelas mengenai penilaian secara duniawi dalam kekristenan ialah c
    depan. Sayangnya, ketakutan ini menguasai sikap sebagian besar orang beriman zaman ini.
    jaminan/asuransinya dan mengusahakan agar masa pensiun mereka kelak akan benar-benar
    menyukai penghasilan yang tetap untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarga mereka dan h
    firman Allah karena takut kehilangan kedudukan mereka atau karena takut menentang secara

    Rencana hidup tenang pada "hari tua" menguasai pikiran orang-orang, sehingga mereka beru
    pada masa depan menyebabkan banyak orang Kristen merampas dana pekerjaan Tuhan yan
    untuk masa pensiun/masa tua selama 20-40 tahun. Firman Allah tidak melarang, malah mend
    pensiun (Amsal 6:6-11; 21:20). Tetapi contoh yang diberikan oleh Tuhan dalam Lukas 12:16-2
    bahwa keseimbangan yang dari Allah ialah: "Apabila ragu-ragu, berikan saja; jangan menimb

    Kebutuhan Terbesar

    Kebutuhan terbesar dalam generasi kita ialah agar firman Allah yang murni diajarkan dengan
    menunjukkan bahwa pengajaran firman Allah dapat dijalankan dengan berhasil. Dalam Roma
    selamat agar ia percaya, harus ada orang yang menceritakan kepada mereka tentang Yesus.
    hidup, yang berjalan dan berbicara di depan dunia yang belum selamat ini, bahwa firman All
    belum selamat, tampaknya nyata sekali bahwa dalam segi kehidupan kita yang paling keliha
    sebagian besar disebabkan karena orang-orang Kristen belum pernah diajarkan mengenai ap
    diberikan melalui firman Allah, antara lain berikut ini.

    1. Meminjam

    Kita diperintahkan agar kalau terpaksa meminjam, hendaklah kita meminjam dengan sangat
    telah kita pinjam (Mazmur 37:21; Amsal 3:27-28).

    2. Meminjamkan

    Orang-orang Kristen harus mau saling meminjamkan tanpa bunga, dan jangan sampai meng
    telah dipinjamkannya (Ulangan 23:19-20; 1 Korintus 6:1-7).

    3. Membagikan

    Orang-orang Kristen harus siap sedia untuk menolong setiap kebutuhan yang masih dalam b
    sendiri. Hal itu termasuk dana bagi yang sakit, yang menganggur, dan yang sudah lanjut usi

    Apa yang Harus Kita Lakukan?

    Berikut ini beberapa langkah sederhana untuk mulai menerapkan kebijaksanaan Allah.

    1. Pelajarilah prinsip-prinsip Allah untuk mengatur keuangan.

    Pelajarilah prinsip-prinsip Allah tentang mengatur keuangan. Anda juga dapat menimba ilmu

    2. Terapkan disiplin yang sesuai dengan prinsip-prinsip Allah pada gaya hidup Anda.

    Allah tidak menuntut gaya hidup yang sama dari dua keluarga yang berbeda. Masing-masing
    berbeda. Akan tetapi, kemewahan dan pemborosan merupakan penilaian yang duniawi, buka
    mereka dalam membelanjakan uangnya, terutama pada pemborosan, dan memberikan lapor
    pengelola, Tuhanlah majikan kita.

    3. Ajarkan prinsip-prinsip Allah kepada anak-anak Anda.

    Beban yang ditekankan oleh penilaian dunia berkenaan dengan keuangan sekarang ini cukup
    karena tekanan keuangan yang tak perlu. Sebagian besar dari masalah-masalah mereka itu s
    diselamatkan, apabila keluarga-keluarga diajari lebih awal bagaimana harus menanggulangi d
    muda diminta untuk mengembangkan sebuah anggaran belanja sebelum mereka menikah, d
    memantau anggaran belanja itu selama tahun pertama, maka masalah yang berhubungan de
    sekali-kali membiarkan anak-anak mereka meninggalkan rumah (untuk berumah tangga sendi
    keuangan yang akan dibutuhkan, supaya mereka kelak tidak akan tenggelam dalam masyara

    4. Ajarilah orang-orang lain.

    Pasangan-pasangan Kristen yang tahu mengenai prinsip-prinsip Allah tentang keuangan dan
    mengadakan kursus-kursus di rumah-rumah dan di gereja-gereja. Hal ini sangat bermanfaat u
    dengan keuangan dan tidak tahu ke mana harus pergi untuk mendapatkan bantuan. Pada um
    nasihat yang berhubungan dengan keuangan, tetapi juga terhadap berita Injil yang perlu disa
     Diringkas oleh: Sri Setyawati
     
    (Diringkas dari:/Judul asli buku: Using Your Money Wisely/Judul buku terjemahan: Mengatur K
    Burkett/Penerjemah: C.Th. Enni Sasanti, S.P./Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung/ Hala

    * * * * *

    Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada pa
    membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)
    Share:

    Categories

    Ordered List

    1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
    2. Aliquam tincidunt mauris eu risus.
    3. Vestibulum auctor dapibus neque.

    Sample Text

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

    Definition List

    Definition list
    Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
    Lorem ipsum dolor sit amet
    Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Support

    Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

    Pages